Kayaknya gw nggak akan pernah punya kartu kredit? Kenapa? Gw punya masalah dengan tanda tangan.
Sekitar 2 minggu lalu, gw udah daftar pengajuan kartu kredit yang menghabiskan 3 lembar formulir dan 2 lembar kertas kosong. Iya, untuk latihan tanda tangan. Apalagi semalem gw lupa latihan tanda tangan, gw juga nggak gitu 'ngeh' bakal jadi masalah serius. Ok.. ok... gw ngaku sebenernya gw nggak gitu niat bikin kartu kredit, tapi pas ngeliat mbak customer service nya cakep tanpa ragu-ragu niat bikin kartu kredit langsung muncul :D Iya, kayaknya udah saatnya gw bikin kartu kredit, kkk...
"Selamat siang pak, ada yang bisa dibantu?"
"Saya mau bikin kartu kredit dan panggil saya Agus aja"
"Baiklah mas Agus,... blabla..."
Waw, cakep, hihi... namanya Candra (ini cewek loh, bro). Setelah gw diberi penjelasan sedikit, gw mulai mengisi formulir.
"Ada alamat dan nomer lain yang bisa dihubungi mas Agus? Teman atau sodara yang tidak serumah?"
"Ehm... ada, Danan, dia itu pembantu saya."
"Pembantu?"
"Maksud saya, teman yang sudah saya anggap seperti pembantu saya sendiri."
Hehe... Yesss... dia udah mulai senyum-senyum... memang cara pendekatan yang paling ampuh adalah dengan sentuhan humor.
"Hmm... Alamat rumah dan nomer telpon nya ada?"
"Aduh, ada... tapi saya nggak apal. Gini aja, saya minta nomer hp nya candra. Nah, nanti agak malam saya sms atau telpon. Gimana?"
Trik lama Gus :D
"Gini aja, aku minta nomer mas Agus, dan nanti aku yang hubungi mas Agus. Nomerku baru, aku nggak apal."
Apa yang terjadi sodara-sodara? Nampaknya dia sudah sangat paham maksud dan tujuan gw, mungkin udah banyak yang make trik beginian. Dia menguasai jurus berkelit dengan baik, sodara sodara. Gw gagal, dan akhirnya gw ngasih nomer HP gw.
"Oke mas Agus, sekarang tanda tangan disini. Harus sesuai KTP"
Hah, sial... dulu pas tanda tangan KTP gw ngasal.
"Mas... maaf tanda tangannya kok beda, coba sekali lagi."
Yah, gw coba lagi dan menghabiskan 3 lembar formulir dan 2 lembar kertas kosong untuk latihan.
"Mas... ini ada buntutnya."
Heh? Buntut? Iya... itu kan tanda tangan gw 2 tahun lalu, pasti mengalami metamorfosis, persis kayak kecebong berubah jadi kodok. Kodok nggak punya buntut. Duh,... gak tau kenapa tanda tangan gw selalu berubah? Pasti pengaruh global warming. Dan 2 hari yang lalu, Bank nelpon gw yang meragukan tanda tangan gw,
"......"
"Ini tanda tangan bapak?"
"Iya, betul."
"Bapak datang langsung atau diwakilkan?"
"Saya dateng langsung."
"Tapi kok tanda tangannya nggak mirip pak."
"....."
Jika saja dulu di kampus ada pelajaran mata kuliah 'meniru tanda tangan sendiri', mungkin gw gak akan lulus sampe sekarang. Dan mungkin gw akan semedi di kawah gunung untuk Menguasai Jurus Meniru Tanda Tangan Sendiri.
No comments:
Post a Comment