Sekarang hari rabu malam, biasanya jam 8 ke atas begini, gue udah nongkrong di depan TV dan pantengin Indosiar. Gue udah siap nonton sinetron. Kenapa? Ada masalah? Gue ngikutin sinetron, Jam 8, Antara Cinta dan Dusta, trus dilanjutin Cahaya Cinta. Iya, iya, gue tau, emang keliatan banci banget, gue juga nggak tau kenapa gue jadi ketagihan nonton terus.
Dan menurut gue, sinetron itu aneh banget, gue nggak ngerti kenapa ceritanya mirip-mirip. Ada beberapa tipe cerita sinetron yang umumnya gue temukan dan mengapa ratingnya bisa tinggi.
1. Bukan orangtua asli. Ini banyak banget cerita kayak gini. Si ibu sengaja nuker bayi, ending-nya akhirnya ketemu dengan ibu asli yang hidupnya merana karena dijahatin orang. Sinetron tipe ini sangat riskan memicu ibu-ibu melakukan hal yang sama.
Pinjem gambarnya Arham Kendari, thanks sob.
2. Tajir. Kenapa orang-orang itu tajir semua ya. Padahal keliatannya mereka semua kayak nggak kerja, kerjaannya cuma luntang-lantung melotot, sama namparin orang. Mereka juga nggak ngerasin lembur ngejar deadline kayak yang gue rasain.
3. Hubungan yang tidak direstui, karena pembantu yang naksir sama majikannya, dan majikannya juga suka. Tidak direstui orang tua, namun akhirnya mereka menikah. Sinetron tipe ini, jelas pangsa pasarnya adalah pembantu. Menjadi motivasi tersendiri buat mereka untuk menjadikan hal itu menjadi kenyataan.
Gue pengen sinetron rada beda, misalnya seorang anak diasuh keluarga monyet, dan ibu kandungnya tertangkap selingkuh dengan keluarga pengasuh. Judulnya "anak yang tertukar dan salah asuhan".

No comments:
Post a Comment