Di Indonesia, hiburan semacam ini memang belum berkembang. Dulu pernah ada dibawain sama alm. Taufik Savalas, tapi alm. hanya menceritakan cerita lucu saja. Berbeda dengan stand up yang mengutamakan setup & punch, dan gimana cara kita deliver joke ke audiens. Mengutip ngomong Pandji Pragiwaksono di blog-nya, "Stand Up itu berangkat dari observasi, memotret fenomena sosial, menganalisa dan membahasnya secara monolog yg lucu." atau juga ulasan Raditya Dika yang dirangkum oleh salah satu blogger, klik aja disini. Pandji, Radith, dan Iwel adalah stand up comedian yang gue tau di Indonesia. Memang belum bisa disebut sebagai sebuah profesi, tetapi setidaknya mereka menuju ke arah situ. Dan saat ini, mereka sedang mencari bakat-bakat ke seluruh pelosok Indonesia.
Sebelumnya sempet gue bilang kalo stand up comedian atau biasa disebut comic, belum bisa dijadikan profesi di Indonesia, karena memang jenis komedi ini belum banyak bisa dinikmati di Indonesia, entah belum dicoba atau memang kurang cocok dengan kultur sensi-an Indonesia. Apalagi Indonesia sedang suka-sukanya dengan komedi spalstik ala Sule atau Olga. Pandji mengungkapkan optimismenya di-blog, dia bilang 'Susah Tapi Bisa', baca post-nya disini.
Yang cukup sering melakukan stand up adalah Raditya Dika, pas promo-in bukunya dari kota ke kota. Berbeda dengan Jerry Seinfeld yang sering melakukan stand up di hall yang sangat besar atau minimal cafe, Radith stand up di toko buku. Jerry pake jas, sedangkan Radith... bisa liat sendiri.
Ini Jerry Seinfeld, keren.
dan ini Raditya Dika, *no comment.
Gue sangat berharap stand up bisa dinikmati di Indonesia dan muncul comic-comic Indonesia. Amin.


No comments:
Post a Comment