Sedikit Tentang Sinetron Indonesia

Dalam sinetron, semuanya serba klise, semuanya serba sempurna, penonton seperti dikasih mimpi-mimpi dengan alur cerita yang sangat jauh dari kehidupan nyata.

Yang agak risih, ketika assisten nyokap (alias pembantu) mulai genit-genit ke gw, gw rasa kebanyakan nonton acara TV yang isinya tentang assisten nyokap yang jatuh cinta dengan anaknya, trus mereka diusir dari rumah karena tidak direstui, kemudian keluarga yang ditinggalkan berantakan dan harta warisan jatuh ke tangan orang jahat. Yang jahat mulai tersadar ketika udah sekarat dan akhirnya meninggal dunia.

dan berita baiknya, assisten nyokap gw udah nggak tinggal di rumah gw lagi.

Pingsan? Dalam film kenapa orang gampang sekali pingsan. Dikit-dikit pingsan, dikit-dikit opname, bahkan ada seorang laki-laki bertubuh kekar tiba-tiba dipukul dari belakang oleh seorang wanita dan jatuh pingsan. Laki-laki bertubuh kekar pingsan hanya dengan pukulan wanita, sulit dipercaya. Hebat betul wanita yang selalu memakai rok mini itu.

Dan kenapa juga harus mistik yang selalu berhubungan dengan binatang? Klo kalah dia akan berubah jadi binatang yang berwajah buruk, klo masih kalah juga dia akan berubah menjadi lebih buruk. Dan semakin buruk wajahnya, semakin hebat ilmu beladirinya.

Kenapa tidak ada teknologi? Kenapa tidak pernah ada yang bawa laptop, atau blackberry. Bahkan handphone pun jarang digunakan? Ini kayak kita hidup di beberapa tahun ke belakang.

Kenapa selalu menagis? Kenapa selalu ada hutan? Kenapa hanya ada mini market? Kenapa pacaran di taman? Kenapa hitam selalu buruk? Kenapa penjahat tampangnya selalu jelek? Kenapa yang baik selalu menang? Kenapa tidak ada yang sekolah? Kenapa tidak ada rengekan anak kecil untuk dibelikan PS2 oleh ibunya? Kenapa tidak ada yang merasa susahnya cari uang? Kenapa? Kenapaaaaaa? Semua ini sulit dimengerti...

Agus,

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

1 comment:

dwi_s_mo_blog said...

Tulisan loe kali ini kok sinetron banget ya