Memasuki hari ke-4 puasa ini gw tetep mikirin apa maksud dari ‘Mohon Maaf Lahir & Batin’. Gw ngerti Mohon Maaf, tapi Mohon Maaf Lahir Batin? Gw sama sekali nggak mengerti Lahir Batin. Apanya yang lahir, apanya yang batin? Kenapa nggak ‘Mohon Maaf Jiwa Raga’ aja?
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Jiwa Raga. Kedengerannya emang nggak enak sih, nggak berima. Mungkin itu sebabnya Mohon Maaf Lahir Batin lebih banyak diterima, dan lebih pas diucapin pas lebaran. Anehnya, ada beberapa orang yang hanya menyebut ‘Lahir Batin’ saja ketika bersalaman. Gw bingung, kemana bagian ‘minta maaf’nya, itu kan bagian yang paling penting, kita meminta maaf, kita bermaaf-maafan, ini lebaran. Please deh.
OK, kita lupain tentang bermaaf-maafan. Yang paling menarik ketika berpuasa adalah ketika Sahur. Waktu gw kecil gw paling susah bangun untuk sahur, terkadang gw makan sahur dengan mata merem. Dan itu selalu jadi bahan tertawaan akhir-akhir ini.
Gw juga nggak biasa sarapan, gw pun nggak biasa makan sahur. Nggak tau, nggak laper aja. Gara-gara itu, makan gw jadi lebih lama dari biasanya. Pas makan sahur, gw selalu kontrol waktu supaya imsak nggak kelewat.
10 menit lagi imsak. Sambil nonton TV, gw mempercepat makan gw.
Waktu imsak untuk daerah Surabaya.
Waduh, udah sampe Surabaya…
Waktu imsak untuk daerah Yogyakarta.
Agus… ayo cepetan makannya…
Waktu imsak untuk daerah Cirebon.
Kunyah gus… kunyahhh… *kecepatan kunyah gw meningkat drastis, persis kayak anak ayam lagi ngunyah beras.
Waktu imsak untuk daerah Bandung.
Mereka datang…, telen gus.. telen… langsung telen aja, jangan dikunyah… *glek.. glek…
Waktu imsak untuk daerah Jakarta.
Waktu habis... dan gw lupa minum…..
Bulan Ramadhan dan puasa selalu menarik. Adzan maghrib dengan tiba-tiba menjadi acara terfavorit di stasiun TV mana pun. Situs-situs bergambar makanan menjadi sangat digemari. Kita melihat gambar-gambar itu seakan-akan kita masuk ke dalamnya dan menari-nari di atasnya. Mungkin dengan sedikit musik latar yang india-india gitu.
Memang bulan yang menyenangkan, tapi bagi gw ada hal yang berat ketika puasa yaitu menahan rasa lapar. Pas lapar gw bisa berhalusinasi. Gw pernah berhalusinasi ngeliat Dipa (temen kantor) seperti donat terbesar yang pernah gw liat. Dipa keliatan sangat manis sekali. Tapi gw menyadarinya klo gw hanya berhalusinasi pengaruh dari perut lapar.
Yang paling gila ketika menjelang maghrib, dijalanan semua orang nyetir lebih gila dari biasanya. Ambil dari kiri, serobot kanan, salah jalur, angkot, taksi, kopaja, motor, semuanya jadi gila, semuanya gak ada yang mau ngalah. Klo di hari-hari biasa orang-orang nyetir seperti orang gila, di bulan ini mereka menyetir seperti orang gila yang kelaparan, ngejar buka di rumah kali ya. Entahlah… tapi mungkin ini cobaan dari yang di Atas. Mudah-mudah bulan Ramadhan kali ini, gw bisa lebih sabar dan lebih konsisten (hayah…!).
Itu sih menurut gw, gak tau ya klo menurut lo?
No comments:
Post a Comment