I’m not a gay and i’m not a dick!

Jangan berpikir yang nggak-nggak klo Danan atau Topan manggil gw Gay, coz i'm not (sumpah!). Gay itu panggilan ke gw gaya Topan yang diikuti temen2 sekampus waktu gw kuliah. Sama kayak Topan pas manggil Ferry jadi Frey, atau Danan jadi Nenen, atau Jolly jadi Jolce, atau Sigit jadi Shaggy, dan Suga (Agus dibalik) jadi Sugay, jadilah gw dengan panggilan Gay, dan hal ini yang bikin mental gw hancur berkeping-keping, dijauhi wanita, IPK jeblok, bokek gak punya duit, rambut rontok, idung mekar dan muka bertambah rusak.

Nggak cuma panggilan ke temen-temennya aja, klo ngobrol ama Topan juga memakai bahasa yang cuma orang-orang nggak waras aja yang bisa ngerti. "Ekskuzemoa..." artinya permisi, atau "Eh, cuy... klo ngenti, cuci meki" artinya klo ngantuk untuk segera cuci muka.

Kembali ke Gay, Gay bukan gay (baca: gey), it's different. Sumpah, gw mending dipanggil nyet, nyuk, nyong, sempret, kacrut, ngehe, mencret atau berak. Tapi ternyata masih ada satu panggilan lagi yang bikin gw shock berat, entah sengaja atau nggak, Umi tetangganya Putri (the expected one yang ternyata gagal) call me 'dick'. Yeeah..., that old 'latah' lady call me like that, sangat menyebalkan, apalagi di depan Putri, yang sangat gw harapkan.

Jadi gw waktu itu lagi maen ke rumahnya Putri, it's the first time, little bit nervous you know. Gw duduk di ruang tamu sendiri, Putri lagi dandan di kamarnya, kita waktu itu mau ke Bintaro Plaza nyari jangkrik (nggak lah, kita mau nonton). Gw duduk di ruang tamu dengan cahaya kurang, remang-remang gitu, dari dalam rumah kedenger nyokapnya Putri ngobrol seru dengan Umi. Umi pun bergegas keluar rumah dengan terburu-buru dan ngeliat gw di keremangan ruang tamu. Umi yang kaget ngeliat tampang gw mengucapkan kata-kata yang sampe sekarang gw inget banget dan sering muncul di mimpi buruk gw.

"E..e..eee.....eehhh.... ada kont**...!"

Haaaaaa..........! kont**? apaa...? kok...? Gw panik tak bisa berkata-kata, muka memerah, keringet mengucur meskipun berusaha tenang dengan idung yang terus memekar. Gw berusaha bersuara dan menyapa "haahhaaaai....."

Put, emang tampang gw semirip itukah? Put, i'm not a dick, you should trust me on this, i'm not, please....trust meeeee......! Dan untung Putri bisa menetralisir keadaan (senyumannya seperti obat penenang yang disuntik ke otak gw), dan selanjutnya everything goes well.

Btw, Putri sekarang sudah menemukan Pangeran Kodoknya. Thanks Put atas semuanya, gw doain yang terbaik untuk lo, pasti.


Agus menulis dengan hati menjerit! Auauau... 'Patah hati bukan sifatnya lelaki, it's OK, MATI 1 TUMBUH 10'.

Agus,

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments: